Senin, 12 Oktober 2020

SIFAT KIMIA ZAT

Anak-anak, mari belajar IPA tentang Sifat Kimia  dengan  materi  dari Rumah Belajar Kemdikbud berikut: 

Pendahuluan

Pernahkah kamu melihat dan mempehatikan saat ibu memanaskan air hingga mendidih? Atau mengapa besi berkarat ? Contoh di atas adalah hanya sebagian dari contoh perubahan fisika dan perubahan kimia zat dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap zat secara umum apabila menerima panas akan memuai dan menyusut bila didinginkan. Untuk mengetahui lebih jauh tentang pemuaian dapat kamu temukan di halaman berikutnya.

Sifat Kimia Zat

Sifat kimia adalah sifat suatu zat yang berhubungan dengan terbentuknya zat jenis baru. Berikut ini beberapa contoh sifat kimia yang dimiliki suatu benda, yaitu:


Mudah Terbakar

Coba bandingkanlah antara minyak tanah dengan bensin! Manakah di antara keduanya yang mudah terbakar? Hal inilah yang disebut dengan sifat kimia, yaitu sifat mudah atau sukar terbakarnya suatu zat atau pernahkah kamu memperhatikan, mengapa di stasiun pengisian bahan bakar terdapat larangan “DILARANG MEROKOK“? Peringatan ini bertujuan untuk mengingatkan kepada konsumen bahwa, bensin termasuk zat yang mudah terbakar.

Dengan mengetahui sifat dari bahan-bahan yang mudah terbakar, kita akan dapat menggunakannya secara aman.          

Sifat mudah atau sukarnya zat terbakat termasuk sifat kimia zat.


Membusuk


Akibat terjadi reaksi kimia dalam suatu makanan atau minuman, dapat mengakibatkan makanan dan minuman tersebut membusuk dan berubah rasa menjadi asam. Misal, nasi yang dibiarkan berhari–hari bereaksi dengan udara menjadi basi, susu yang berubah rasa.

Pembusukan makanan akan menyebabkan rusaknya nilai gizi, tekstur, serta rasa dari makanan sehingga tidak layak dikonsumsi karena berbahaya bagi kesehatan.

 

Ada beberapa hal yang menyebabkan pembusukan pada masakan, adalah:

mikroorganisme dapat berupa ragi, jamur, atau bakteri.

 

Ontolisis adalah proses pembusukan makanan dikarenakan zat yang terkandung dalam makanan itu sendiri dan adanya reaksi kimia antara zat yang dikandung dalam makanan dengan oksigen di udara sekitar

Untuk menghidari proses pembusukan pada makanan dapat dilakukan beberapa teknik baik yang menggunakan teknologi tinggi maupun teknologi yang sederhana. Inti dari pengawetan makanan adalah suatu upaya untuk menahan laju pertumbuhan mikro organisme pada makanan.

Berikut adalah beberapa teknik standar yang telah dikenal secara umum oleh masyarakat luas.

          1. Pendinginan

          2. Pengasapan

          3. Pengalengan

          4. Pengeringan

          5. Pemanisan

          6. Pengasinan.


Berkarat

Reaksi antara logam dan oksigen dapat mengakibatkan benda tersebut berkarat. atau biasa disebut korosi. Logam, seperti: besi dan seng memiliki sifat mudah berkarat. Terdapat benda-benda yang tidak dapat berkarat, seperti: plastik dan kaca. Berkarat merupakan sifat kimia, sebab terjadi reaksi yang menghasilkan zat jenis baru.

 

Karat merupakan hasil reaksi oksidasi suatu logam , atau istilah lainnya korosi. Besi yang mengalami korosi membentuk karat dengan rumus Fe2O3.xH2O. Korosi atau proses pengaratan merupakan proses eletro kimia. Pada proses pengaratan, besi (Fe) bertindak sebagai pereduksi dan oksigen (O2) yang terlarut dalam air bertindak sebagai pengoksidasi.

 

Persamaan reaksi pembentukan karat sebagai berikut:

Anoda: Fe(s)  Fe2+(aq) ) 2e-
Katoda: O2(g) + 4H+(aq) + 4e- 
 2H2O(l) 

Beberapa cara untuk menanggulangi besi atau logam lain agar tahan dari proses perkaratan:

1. Melapisi besi atau logam lainnya dengan cat.

2. Membuat logam dengan campuran yang serba sama atau homogen ketika pembuatan atau

    produksi besi atau logam lainnya di pabrik.

3. Pada permukaan logam diberi oli atau vaselin

4. Menghubungkan dengan logam aktif seperti magnesium  melaui kawat agar yang berkarat

    adalah magnesiumnya. Hal ini banyak dilakukan untuk mencegah berkarat pada tiang listrik

    besi atau baja. Mg ditanam tidak jauh dari tiang listrik.

5. Melakukan proses galvanisasi dengan cara melapisi logam besi dengan seng tipis atau timah

 Mudah Meledak 

Interaksi zat dengan oksigen di alam ada yang mempunyai sifat mudah meledak, seperti: magnesium, hidrogen, dan natrium. Sebuah ledakan adalah peningkatan dalam volume dan pengeluaran energi  dengan  cara yang membahayakan, biasanya dengan pengeluaran suhu yang tinggi dan penghasilan gas. Ledakan ada yang bersifat alami atau buatan, contoh ledakan yang bersifat alami adalah ledakan gunung merapi.

Beracun

Terdapat beberapa zat yang memiliki sifat kimia beracun, antara lain: insektisida, pestisida, fungisida, herbisida dan rodentisida. Zat beracun tersebut digunakan manusia untuk membasmi hama, baik serangga maupun tikus. Bahan kimia beracun dikenal sebagai bahan kimia yang dalam jumlah kecil dapat menimbulkan keracunan pada manusia. Umumnya zat-zat toksik masuk lewat pernapasan atau kulit, kemudian beredar ke seluruh tubuh atau ke organ-organ tertentu, tetapi dapat pula zat-zat tersebut berakumulasi, contoh dari Golongan pestida, yaitu organo klorin, organo fosfat, karbamat, arsenik.